“Ada alasan kenapa mayoritas trader saham sulit profit konsisten… dan mungkin selama ini Anda salah fokus.”
Bukan karena mereka tidak punya modal. Bukan juga karena mereka tidak pernah belajar analisa saham. Masalahnya justru sering kali jauh lebih sederhana:
Mereka tahu saham apa yang ingin dibeli… tetapi tidak tahu kapan harus membeli, di mana harus cut loss, dan kapan harus menjual.
Coba bayangkan.
Anda membeli sebuah saham yang menurut Anda sangat bagus. Tapi setelah dibeli… harga justru turun. Saat di hold harga semakin turun, namun setelah dijual, harga malah rebound. Kalau Anda pernah mengalami siklus seperti ini, sebenarnya masalahnya bukan semata-mata pada pilihan saham.
Masalahnya adalah Anda belum memiliki trading plan yang jelas.
Karena dalam trading, mengetahui saham apa yang dibeli hanyalah satu bagian kecil. Yang jauh lebih penting adalah mengetahui:
Di harga berapa saya masuk?
Di mana saya harus cut loss jika analisa salah?
Berapa besar risiko yang boleh saya ambil?
Dan…
kapan saya harus mengambil keuntungan?
Inilah alasan mengapa teknik trading sebenarnya bisa dipelajari. Anda bisa belajar fundamental analysis, technical analysis. Bahkan Anda bisa mempelajari berbagai strategi trading yang digunakan oleh trader profesional.
Tetapi ada satu masalah.
Semua itu membutuhkan waktu.
Dan tidak semua orang mempunyai waktu untuk duduk di depan monitor sepanjang hari hanya untuk mengamati pergerakan saham.
